Piala Citra 2019 : Film Bagus, Citra Indonesia

Trans News

Jakarta, (20/9/2019) Komite Festival Film Indonesia (FFI) meluncurkan Piala Citra 2019 di The Tribrata, Jakarta Selatan. Seperti tahun sebelumnya, penghargaan Piala Citra ini tetap mengusung tema besar #FilmBagusCitraIndonesia. Penghargaan Piala Citra adalah ikhtiar bersama mencari, memilih, dan mempromosikan tilm-film dan kerja artistik terbaik sepanjang tahun yang dapat mempresentasikan pencapaian tertinggi perfilman Indonesia di tingkat nasional dan lingkup dunia.

Komite FF] sudah mempersiapkan rangkaian acara untuk memeriahkan Piala Citra 2019. Lukman Sardi, Ketua Komite FFl 2018-2020, menyampaikan akan banyak program acara yang dirancang buat mendekatkan FFI dengan masyarakat. Salah satunya, pemutaran film di berbagai lokasi sekitar stasiun MRT. Ada pula Duta Piala Citra 2019, yakni juru bicara yang dipilih untuk memperkuat posisi Piala Citra di masyarakat. Mereka adalah Laura Basuki, Tara Basro, Chicco Jericho, dan Gading Marten.

Lukman menjelaskan, “Bersama Badan Perfilman lndonesia (BPI) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Komite FFI melakukan evaluasi untuk mencari tahu apa yang harus diperbaiki tahun ini. Terutama yang penting adalah penilaian, supaya kita dapat menghasilkan yang lebih baik lagi.” Ia menambahkan, “Tugas Komite FFI pertama ini membentuk fondasi. Tentunya perlu proses, tapi kita pastikan akan diperkuat dengan organisasi yang lebih rapi.”

Menandai penyelenggaraan ke-39, Komite FFI melalui penghargaan Piala Citra ingin semakin mengukuhkan posisinya sebagai otoritas kualitas film Indonesia. Misi tersebut tertuang dalam tema besar #FilmBagusCitralndonesia. Hal itu tercermin melalui tiga kriteria yang digunakan sebagai dasar penilaian, yaitu gagasan dan tema, kualitas estetika, serta profesionalisme.

Setelah dua tahun sebelumnya menerapkan sistem baru, penilaian semakin diperkuat dengan penambahan proses seleksi. Tahun ini d ibentuk tim seleksi yang berisikan kurator dari berbagai profesi, yaitu akademisi, jurnalis, dan pekerja film. Mereka bertugas menyeleksi seluruh film seluruh film yang lulus sensor dan ditayangkan di bioskop Indonesia untuk dikerucutkan menjadi daftar pendek berisi sekitar 30-50 film. Film-film terpilih ini kemudian akan dinilai oleh asosiasi profesi untuk menetapkan nominasi dalam beberapa kategori. Pemilihan pemenang kemudian akan dilakukan dengan mekanisme voting oleh anggota FFI yang mengkonflrmasikan diri untuk ikut voting tahun ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here