Bantu Bencana Kebakaran Hutan Dan Lahan ILUNI UI Menggelar Konser Kemanusiaan

Trans News

Jakarta, Sejarah pamang kebakaran hutan dan lahan (5 Sumatera dan Kalmantan tercatatsudah berulang kali berjadi. Dampak kerugian yang ditimbulkan sangat besar. Bukan saja kerusakan lingkungan akibat jutaan hektar hutan dan lahan yang terbakar, serta kerugian disektor ekonomi. Lebih penting dari itu semua adalah ancaman terhadap jutaan jiwa manusia dan mahluk hidup lainnya yang tinggal di wiayah terdampak asap, baik terkait kondisi kesehatan maupun kualitas hidup masyarakatnya.

Sebagai suatu kondisi bencana akibat ulah manusia, efek kebekuan hutan dan lahan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini cukup mengldlawatirkan dan waah pada level bahaya. Di Sumatera dan Kalimantan titik api masih terus menyala. Sebaran asap sudah sangat meluas, menutupi sebagian bsar Sumatera dan Kalimatan, bahkan hingga di negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.

Menurut data BMKG per 14 September 2019, status udara di kota Sampit sudah mask kategori berbahaya. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Palangka Raya. sudah mengindikasikan kondisi sangat tidak sehat dan berbahaya. Sementara Ru. enam provinsi yang telah menyatakan kondisi daruat adalah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Riau, Jambi dan Sumatera Selatan

Andre Rahadian, Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) menyatakan, “ILUNI UI, melalui Alumni Peduli Center, memiliki kepedulian yang tinggi terhadap berbagai permasalahan bangsa, termasuk dalam mengatasai situasi kebenanaan. Saat ini, kondisi masyarakat yang telah berbulan-bulan menghirup udara tidak sehat, bahkan berbahaya, akibat asap, menjadi pusat perhatian. ILUNI UI Wilayah di daerah-daerah yang terdampak asap seperti Riau, Jambi, Kahneman Timur dan Kalimantan Barat, sudah mulai bergerak memberikan bantuan kepada masyarakat.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here